Minggu, 10 Januari 2016

ANALISIS PRODUK IT MESIN ATM, MESIN SETOR TUNAI DAN KARTU ATM



ANALISIS PRODUK  IT MESIN ATM, MESIN SETOR TUNAI DAN KARTU ATM

A.    Mesin ATM
ATM (Anjungan Tunai Mandiri / Automatic Teller Machine) merupakan salah satu teknologi yang menerapkan konsep Proses Data berbasis Digital. Device ini mempunyai dua bagian penting yaitu Hard-ware yang terdiri dari Unit Pemroses dalam hal ini PC, serta sistem device interface yang menghubungkan pemakai/User melalui suatu kartu magnetik, dan Software yang berfungsi sebagai interface yang menghubungkan User dengan Sistem dalam kaitan Data (Informasi). Manfaat atas pelayanan yang diberikan oleh mesin ATM antara lain: penarikan uang tunai, dapat digunakan sebagai tempat untuk memesan buku cek dan bilyet giro, dapat digunakan sebagai tempat untuk meminta rekening koran, dapat digunakan sebagai tempat untuk mengecek saldo rekening nasabah. Prinsip kerja ATM pada umumnya sama dengan komputer melalui proses dan pengolahan data, setelah kartu ATM dima-sukkan kedalam mesin ATM, maka kartu akan dibaca oleh magnetic card reader yang ada didalam mesin. Perkembangan tekhnologi dengan adanya ATM yang terdapat diberbagai tem-pat strategis sering mengundang pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyalah-gunakannya. Banyak kasus seperti pem-bobolan ATM baik yang melibatkan pihak dalam dari bank yang bersangkutan atau-pun tidak Oleh karena itu penulis men-yarankan agar bank lebih memperketat kea-manan untuk ATM tersebut. Selain itu juga pihak nasabah harus lebih hati-hati dalam menggunakan ATM agar tidak dirugikan. Nasabah sebaiknya tidak meminjamkan kartu ATM tersebut dan memberikan PIN kepada sembarang orang.
Mesin ATM atau dalam bahasa Inggris: Automated Teller Machine) adalah sebuah alat elektronik yang mengijinkan nasabah bank untuk mengambil uang dan mengecek rekening tabungan mereka tanpa perlu dilayani oleh seorang "teller" manusia. Banyak ATM juga mengijinkan penyimpanan uang atau cek, transfer uang atau bahkan membeli perangko. ATM sering ditempatkan di lokasi-lokasi strategis, seperti restoran, pusat perbelanjaan, bandar udara, pasar, dan kantor-kantor bank itu sendiri.
Mesin ATM ditemukan oleh 3 orang yakni Luther Simjian, John Shepherd-Barron, dan Don Wetzel. Ada juga yang berpendapat, orang Skotlandia bernama James Goodfellow adalah pemegang paten paling awal (1966) ATM modern dan John D White (dari Docutel) di Amerika Serikat juga sering disebut sebagai penemu desain ATM tegak mandiri (free standing) pertama.

1.                  Cara Kerja Mesin ATM
ATM merupakan sebuah terminal data yang mempunyai dua perangkat input dan empat perangkat output. Seperti halnya sebuah terminal data, ATM harus memiliki koneksi melalui sebuah host processor (pusat proses). Pusat proses yang disertai oleh Internet service provider (ISP) yg berfungsi sebagai jalur gateway untuk menuju keberbagai macam jaringan ATM dan menjadikan berfungsi bagi si pemegang kartu ATM (orang yang menginginkan uang).
Pada umumnya, pusat proses yang mendukung dapat melalui Leased-line atau jalur kontrak (sewa) maupun mesin dial-up (telepon). Mesin Leased-line terhubung langsung pada pusat proses melalui empat kabel (four-wire), point-to-point, dedicated telephone line (pilihan jalur telepon). Dial-up ATMs terhubung ke pusat proses melalui sambungan telepon normal menggunakan modem dan sambungan nomor bebas pulsa, atau melalui penyedia layanan internet yang menggunakan akses nomor local. Leased-line ATMs disarankan untuk digunakan pada lokasi yang padat karena kemampuan kerja thru-put yg cukup berat, dan dial-up ATMs disarankan untuk digunakan pada toko atau lokasi yang tidak ramai dimana penggunaan hanya sekedar mengambil uang. Biaya yang diperlukan untuk sebuah mesin ATM dial-up kurang dari setengahnya mesin ATM leased-line. Biaya operasi mesin ATM dial-up juga hanya sebagian kecil dari biaya operasi mesin ATM leased-line.
Pusat proses mungkin dapat dimiliki oleh sebuah bank atau instansi keuangan, atau mungkin juga dimiliki oleh penyedia layanan internet yg berdiri sendiri. Jika dimiliki bank, biasanya hanya mendukung mesin ATM bank itu sendiri, dimana hanya proses tunggal yang tersedia bagi pemilik toko atau tempat usaha.

2.      Transaksi Keuangan
Pada saat pemegang kartu ingin melakukan transaksi ATM, orang tersebut harus menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh pendeteksi kartu maupun keypad yang tersedia. Mesin ATM akan meneruskan informasi ini kepada pusat proses, melalui jalur komunikasi data yang telah ditunjuk untuk melakukan permintaan transaksi kepada bank yang sesuai dengan kartu pengguna. Jika pemegang kartu menghendaki penarikan tunai, pusat proses akan mengenakan biaya transfer (electronic funds transfer) untuk menggantikan biaya layanan bank pusat proses dari bank yang dimiliki pelanggan. Pada saat biaya telah terkirim ke bank pusat proses, maka prosesor akan mengirimkan kode persetujuan (approval code) kepada ATM sebagai otorisasi kepada mesin untuk mengeluarkan uang tunai. Kemudian prosesor akan mengirimkan data transaksi keuangan pemegang kartu kepada bank asal pengguna ATM, biasanya pada hari kerja berikutnya. Dalam hal ini, Bank asal menggantikan seluruh biaya yang dikeluarkan mesin ATM tersebut.
ATM independent bisa mengakses berbagai bank, juga mendukung penempatan jumlah ATM yang banyak dengan berbagai macam merk niaga (Merchant). Jadi, pada saat anda melakukan transaksi tunai, uang tersebut mengalir secara elektronik dari akun anda menuju penyedia layanan dan merk dagang yang digunakan.

3.                  Prinsip Kerja Dari Mesin Atm
Magnetic strip merupakan suatu bentuk plastik pendek yang dilapisi dengan sistem magnet dan biasanya dilekatkan pada kartu kredit ataupun kartu berharga lainnya. Pada magnetic strip biasanya tertulis data pribadi pemegang kartu, yang berisi nomor rekening, nomor pribadi serta kode access-nya. Dan tulisan ini ditulis dalam bentuk kode-kode tertentu, dan hanya bisa dibaca oleh komputer yang dilengkapi dengan mesin khusus untuk kartu magnetic strip tersebut.
Mesin uang yang digunakan untuk membaca kartu dengan plastic magnetic-strips ini kemudian dikenal sebagai ATM (Automated Teller Machine). Untuk menggunakannya, pemakai harus memasukkan kartu yang dimiliki kedalam mesin khusus atau mesin ATM serta memasukkan nomor sandi, serta jumlah uang yang akan diambil. Nomor sandi ini kemudian dikirim melalui jaringan telpon kekomputer pusat. Komputer akan melihat, apakah yang bersangkutan memiliki uang simpanan atau tidak.
Jika memiliki, maka sinyal ini dikirim lagi ke-ATM dan untuk kemudian, ATM akan mengeluarkan sejumlah uang sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan. Disamping itu, pemakai juga bisa melihat informasi saldo dari tabungan yang dimilikinya, rekening giro ataupun deposito-nya. Pemindahan bukuan secara otomatis akan dilakukan oleh komputer. Pada ATM (Automated Teller Machine) juga terdapat suatu satelit yang akan mengirimkan informasi tersebut kekomputer pusat.
Kerja mesin ATM sangat sederhana dan mudah. Jika kita ingin bertransaksi menggunakan ATM, kita hanya tinggal memasukkan kartu ATM ke dalam mesin. Setelah kartu ATM dimasukkan kedalam mesin, maka kartumu akan dibaca oleh magnetic card reader yang ada didalam mesin. Fungsi dari magnetic card reader adalah sebagai pembaca dan penerima data. Setelah data dibaca, lalu data tersebut dikirim ke sistem komputerisasi bank.
Saat mesin berhasil membaca data dalam kartu ATM mu, maka mesin akan meminta nomor PIN (Personal Identification Number). PIN ini tidak terdapat di dalam kartu ATM melainkan kita harus memasukkannya sendiri. Jadi jangan sampai lupa nomor PIN mu yah. Kemudian setelah kita memasukkan PIN, maka data PIN tersebut akan diacak (di-encrypt) dengan rumus tertentu dan dikirim ke sistem komputerasi di bank yang bersangkutan. Pengacakan data PIN ini dimaksudkan agar data-datamu tidak bisa terbaca oleh pihak lain.
Setelah data-datamu selesai diproses di sistem komputer bank, maka data-datamu akan dikirim kembali ke ATM. Dan kita akan mendapatkan apa yang kita minta di mesin ATM tersebut seperti uang tunai, cek saldo, transfer tunai, dan sebagainya.
Pada sebuah kartu ATM terdapat garis yang dinamakan Magnetic Chip. Magnetik Chip tersebut mempunyai fungsi sebagai sensor pendeteksi identitas pemilik kartu ATM. Magnetic Chip sangat sensitif dengan berbagai keadaan, contohnya apabila Magnetic Chip tergesek oleh sebuah benda maka Magnetic Chip tersebut akan kehilangan fungsinya.
Ada dua hal penting yang harus dijaga agar transaksimu di ATM aman, yaitu: Kartu ATM dan PIN. Kedua perangkat ini saling berhubungan erat, sehingga kita harus selalu ingat nomer PIN mu dan menjaga agar kartu ATM mu tidak hilang. Oh iya, untuk menjaga keamanan, jangan pinjamkan Kartu ATMmu kepada orang lain untuk kepentingan apapun. Simpanlah Kartu ATMmu pada tempat-tempat yang aman dan tidak mudah dijangkau orang lain.
Sebuah ATM memerlukan kartu sebagai media perantara antara manusia dengan mesin. Pada sebuah kartu mempunyai garis yang dinamakan Magnetic Chip. Magnetik Chip tersebut mempunyai fungsi sebagai sensor pendeteksi identitas pemilik. Magnetic Chip sangat sensitive dengan berbagai keadaan, contohnya apabila Magnetic Chip tergesek oleh sebuah benda maka Magnetic Chip tersebut sudah kehilangan fungsinya. Karena apabila ada gesekan pada Magnetic Chip maka mesin ATM tidak bisa mendeteksi kartu ATM yang dimiliki oleh seorang pelanggan. Kejadian seperti itu merupakan kelemahan dari transaksi melalui ATM. Hal tersebut terjadi karena kelalaian dari pelanggan sehingga kartunya dalam hal ini rusak. Bagaimana memperbaharuinya? Pelanggan dapat langsung berkonsultasi dengan bank yang bersangkutan. Adapun kelemahan dari mesinnya sendiri biasanya berasal dari jaringannya. Jika terjadi kerusakan pada mesin ATM-nya biasanya operator dari bank yang bersangkutan akan langsung memperbaikinya.
Mesin ATM terdiri dari 2 bagian :
a.    Bagian Atas (Upper Compartement) :
- Monitor
- Customer keypad
- Card reader
- Journal printer
- Receipt Printer
b.    Bagian Bawah (Lower Compartement) :
- Combination lock
- Dispenser module
- Cash cassette
- Reject cassette
- CPU
ATM biasanya terdiri dari perangkat berikut:
1.      Perangkat Keras
·          CPU (untuk mengontrol antarmuka pengguna dan perangkat transaksi)
·          Pembaca Magnetik dan/atau Chip kartu (untuk mengidentifikasi nasabah)
·          Papan ketik PIN (mirip dalam tata letak papan kunci touchpad atau kalkulator), sering diproduksi sebagai bagian rangka yang aman.
·          Kriptoprosesor Aman, umumnya dalam bagian rangka yang aman.
·          Monitor (digunakan oleh nasabah untuk melakukan transaksi)
·          Tombol fungsi (biasanya dekat dengan layar) atau layar sentuh (digunakan untuk memilih berbagai aspek transaksi)
·          Mesin pencetak rekam (untuk menyediakan nasabah dengan catatan transaksi mereka)
·          Ruang penyimpanan (untuk menyimpan bagian-bagian mesin yang membutuhkan akses terbatas)
·          Housing (untuk estetika dan untuk melampirkan tanda tangan)

Karena tuntutan komputasi lebih berat dan jatuhnya harga arsitektur mesin seperti Personal Computer, ATM sudah beralih dari arsitektur perangkat keras kustom menggunakan mikrokontroler dan/atau aplikasi-spesifik sirkuit terpadu untuk mengadopsi arsitektur perangkat keras dari sebuah Personal Computer, seperti, koneksi USB untuk peripheral, Ethernet dan komunikasi IP, dan menggunakan sistem operasi komputer pribadi. Meskipun tidak diragukan lagi lebih murah untuk menggunakan perangkat keras komersial "di luar cangkang", hal ini membuat ATM berpotensi rentan terhadap jenis masalah yang sama ditunjukkan oleh Personal Komputer konvensional.
2.      Perangkat Lunak
Sebuah mesin ATM Wincor Nixdorf menjalankan Windows 2000. Dengan migrasi ke komoditas perangkat keras Personal Computer, sistem operasi standar komersial "di luar cangkang", dan lingkungan pemrograman dapat digunakan di dalam ATM. Platform Khas sebelumnya digunakan dalam pengembangan ATM termasuk RMX atau OS/2.
Saat ini ini sebagian besar ATM di seluruh dunia menggunakan sistem operasi Microsoft Windows, terutama Windows XP Professional atau Windows XP Embedded.[butuh rujukan] Sejumlah kecil penyebaran dapat masih menjalankan versi Windows OS seperti Windows NT, Windows CE, atau Windows 2000.
Terdapat pula industri keamanan komputer yang berpandangan bahwa sistem operasi desktop masyarakat umum memiliki resiko yang lebih besar sebagai sistem operasi untuk mesin pengeluaran uang daripada jenis lain dari sistem operasi seperti (aman) Sistem operasi waktu-nyata (RTOS). RISKS Digest memiliki banyak artikel tentang kerentanan kas mesin sistem operasi.
Linux juga menemukan beberapa penerimaan di pasar ATM. Contoh dari hal ini adalah Banrisul, bank terbesar di selatan dari Brasil, yang mengganti system operasi MS-DOS di ATM nya dengan Linux. Banco do Brasil juga me-migrasikan ATM-nya ke Linux. Dengan terjadinya sistem operasi Windows dan XFS di ATM, aplikasi perangkat lunak yang memiliki kemampuan untuk menjadi lebih cerdas. Hal ini telah menciptakan generasi baru ATM aplikasi yang umum disebut sebagai aplikasi diprogram. Jenis aplikasi ini memungkinkan sebuah host yang sama sekali baru teraplikasi di mana terminal ATM dapat melakukan lebih dari hanya sekedar berkomunikasi dengan switch ATM. Sekarang sedang diberdayakan untuk terhubung ke server konten lain dan sistem video perbankan.
Perangkat lunak ATM terkemuka yang beroperasi pada platform XFS di antaranya Triton PRISM, Diebold Agilis EmPower, NCR APTRA Edge, Absolute Systems AbsoluteINTERACT, KAL Kalignite, Phoenix Interactive VISTAatm, dan Wincor Nixdorf ProTopas.
4.                  Penggunaan Mesin ATM
Pada ATM paling modern, nasabah diidentifikasi dengan memasukkan kartu ATM plastik dengan strip magnetik atau kartu pintar plastik dengan chip, yang berisi kartu yang bernomor unik dan beberapa informasi keamanan seperti tanggal kedaluwarsa atau Kode keamanan kartu (CVV). Autentikasi ini disediakan oleh nasabah saat memasukkan nomor identifikasi pribadi (PIN). ATM terbaru di Royal Bank of Scotland beroperasi tanpa kartu untuk menarik uang tunai hingga £100. Pelanggan awalnya harus mendaftarkan nomor ponsel merekadan dan bank akan memberikan kode enam digit untuk masuk ke ATM untuk menarik uang tunai tersebut.
Dengan menggunakan ATM, nasabah dapat mengakses akun bank mereka untuk membuat penarikan, uang tunai melalui kartu debit, dan memeriksa saldo rekening mereka serta membeli kredit ponsel prabayar. Jika mata uang yang ditarik dari ATM berbeda dengan rekening bank dalam mata uang (misalnya: Penarikan Yen Jepang dari rekening bank berisi Dolar AS), uang tersebut akan diubah satuan mata uangnya sesuai nilai tukar saat itu. Dengan demikian, ATM dapat dimanfaatkan untuk transaksi pertukaran uang bagi wisatawan asing.

a.       Di Dunia
Dengan adanya ATM ini membuat kehidupan kita menjadi lebih mudah, karena saat ini jaringan ATM sudah bisa lintas Negara bahkan lintas benua contohnya anda bisa transaksi penarikan uang tunai di negara manapun apabila anda memegang kartu Master yang bergambar Cirrus Maestro, anda bisa mengambil uang tunai di ATM yang ada logo Cirrus Maestro, demikian juga dengan kartu Visa anda yang bergambar Visa Electron, anda bisa mengambil uang yang ada di ATM yang ada logo Visa Electron. Pemakaian ATM di Negara-negara maju sudah sangat baik sehingga rata-rata perhari bisa mencapai 500 – 1000 transaksi perhari.

b.      Di Indonesia
Meskipun ATM sudah sangat populer hampir semua orang di Indonesia ini mengenal dan mendengar kata-kata ATM tetapi tingkat penggunaannya masih belum optimal untuk ukuran Bank besar dengan jaringan luas seperti BCA, transaksi finansialnya sekitar 800 ribu transaksi perhari, dari sekitar 2500 ATM jadi rata-rata transaksi di ATM hanya sekitar 320 transaksi perhari, jumlah ini sebenarnya belum optimal apabila dibandingkan dengan biaya investasi yang dikeluarkan. Untuk rata-rata penggunaan ATM per hari diseluruh Indonesia untuk semua bank masih kurang dari 300 transaksi per hari.

5.      Alternatif penggunaan
Meskipun ATM awalnya dikembangkan hanya sebagai tempat mengambil uang tunai, alat ini telah berkembang untuk memasukkan banyak produk perbankan lainnya yang terkait. Di beberapa negara, khususnya yang memanfaatkan jaringan ATM lintas bank terintegrasi (misalnya: Multibanco di Portugal), ATM mencakup banyak fungsi yang tidak berkaitan langsung dengan pengelolaan rekening bank sendiri, seperti:
·     Pengakuan deposito, penerimaan, dan peredaran uang.
·     Membayar tagihan rutin:
Ø Peralatan rumah tangga (televisi kabel, PAM, dsb.)
Ø Tagihan telepon
Ø Tagihan listrik
·      Mencetak rekening koran
·      Memperbarui buku tabungan
·      Memuat nilai uang ke Kartu Prabayar
·      Membeli:
Ø  Perangko
Ø  Tiket konser
Ø  Tiket bioskop
Ø  Pulsa telepon seluler
·      Emas - "Di London pekan lalu [tahun 2011] beberapa pengusaha pintar meluncurkan ATM emas batangan pertama di Inggris dengan menggunakan kartu debit atau uang tunai"
·      Fitur permainan dan promosi
·      Pinjaman cepat
·      CRM di ATM
·      Donasi ke badan amal
·      Modul pemrosesan cek
·      Membayar (secara penuh/sebagian) saldo pada kartu kredit terkait dengan akun tertentu saat ini.
·      Mentransfer uang antar rekening terkait (seperti transfer antar rekening tabungan), baik dari satu bank maupun dua bank berbeda yang berhubungan satu sama lain/tersedia.
Di Indonesia ini kita juga mengenal ada istilah ATM Bersama, jika diberi pengertian maka ATM Bersama adalah penggabungan atau kerja sama dari beberapa bank dalam hal pelayanan nasabah menggunakan satu media penghubung yaitu ATM, disini dari satu mesin ATM dapat melayani nasabah untuk melakukan transaksi dari berbagai bank dengan menggunakan system Komputerisasi dan Telekomunikasi. Sistem Komputerisasi dan telekomunikasi tersebut bukan hanya digunakan untuk ATM bersama tetapi juga digunakan untuk ATM Mandiri. Seperti yang telah dipelajari bahwasannya tekhnologi yang mendukung untuk system informasi mengarah kepada ketepatan waktu diperlukan suatu system yang saling mendukung satu sama lainnya. Pada tekhnologi Automatic Teller Machine (ATM) menggunakan system Komputerisasi dan Telekomunikasi yang memenuhi standar sebuah komponen inputan system informasi. Sebuah alat inputan tentunya mempunyai cara kerja, pada ATM sendiri mempunyai urutan kerja mulai dari pelanggan sampai pada operator bank. Pemancar yang berada di ATM Pemancar yang berada dibank menggunakan system Telekomunikasi menggunakan system Telekomunikasi. Terjadi hubungan antara ATM dengan bank menggunakan system Telekomunikasi.
Mengenal ATM lebih dalam, komponen apa saja sih yang ada didalam ATM tersebut sehingga mampu melayani berbagai macam transaksi, bisa jadi bagi anda yang masih awam boleh saja ngebayangi didalam ATM itu ada orang yang duduk kalau ada yang ambil uang dihitung dulu setelah itu dikeluarkan kemudian diberi bukti penarikan. Sebenarnya komponen ATM itu terdiri dari kotak ATM, tombol angka, layer monitor dan kamera (optional) ini yang biasa nampak dari luar, sementara didalamnya bsia terdiri dari satu unit computer CPU, key board, modem, kota uang, printer kecil dan card reader. Komponen ATM
Setiap transaksi yang terjadi informasinya akan diterima oleh komputer kemudian dikirimkan ke pusat data melalui sarana telekomunikasi bisa line telpon, Vsat maupun radio, ATM ini dapat dimonitor statusnya dari pusat data sehingga dapat diketahui apakah ATM ini sedang mati atau uangnya sudah habis.














II
ANALISIS PRODUK PRODUK IT
MESIN TARIK TUNAI

Setor tunai merupakan salah satu transaksi yag sering dilakukan oleh orang untuk menabung atau mentransfer melalui teller. Namun seiring berkembangnya jaman dan teknologi kini sudah tersedia mesin setor tunai atau CDM (cash deposite machine). mesin ini disediakan sebagai fasilitas untuk mempermudah nasabah dalam melakukan setor tunai, salah satu perbankan yang memiliki fasilitas mesin ini adalah BCA. Hal ini disediakan oleh pihak bank karea sekian banyaknya nasabah yang menggunakan BCA, agar tidak terlalu lama mengantri saat melakukan setor tunai.
Cash Deposit Mesin (CDM) adalah ATM yang didesain sedemikian rupa sehingga bisa untuk transaksi setoran tunai dengan nominal tertentu.
CDM dapat menerima setoran tunai dan inquiry saldo rekening, namun mesin ini tidak dapat melakukan transaksi pengambilan tunai, transfer, ganti pin, pembelian dan pembayaran tagihan. Secara fisik CDM hampir samadengan mesin ATM, namun pada sisi depan terdapat lubang atau laci, yang digunakan untuk meletakan uang yang akan disetor. Untuk melakukan setor tunai, nasabah harus menggunakan kartu khusus yang disediakan oleh masing masing bank yang menggunakan fasilitas mesin ini dan nomor PIN yang sama dengan yang diguakan pada mesin ATM biasa. Tidakmemerlukan aktifasi atau membuat nomor PIN baru untuk transaksi dan saldo rekening akan ter-update secara real time.
Setoran tunai ini juga membantu para pengusaha kecil untukmenabung dengan nilai yang mungkin membuat kita malu apabola menabung dengan dilayani oleh teller. Tetapi dengan CDM kita bisa menabung dengan minimum nilai pecahan 20 ribu. Pecahan nominalyang bisadi baca oleh fasilitas ini antara lain 20 ribu, 50 ribu, dan 100 ribu.
Ada beberapa kelebihan maupun kekurangan saat menggunakan fasilitas CDM, antara lain:
Ø  Kelebihan:
·         Transaksi langsung masuk saat itu juga (realtime)
·         Setoran tunai dalam pecahan Rp 20,000 Rp 50,000 Rp 100,000
·         Transaksi penyetoran bisa dilakukan kapan saja selama 24 jam nonstop
·         Tidak perlu antriditeller/kasir
·         Bisa menggunakan beberapa ATM BCA jika setoran > dari Rp 5,000,000
·         Bisa setor ke rekening sendiri maupun kerekening nasabah lainya.
·         Sangat membantu nasabah baik dari individu/pembisnis kecil-besar.
Ø  Kekurangan
·         Limit semua jenis atm bca dibatasi sampai dengan maksimal Rp, 50.000
·         Jenis uang kertas yang dimasukan kemesin harus bebas dari lubang, bolong, selotip, ecter, lusuh, lembek dan lembab
·         Minimal sekali masuk nominal yang bisa dimasukan adalah 50 lembar
Ø  Tata cara melakukan setoran tunai di CDM BCA.
·         Masukan ATM Anda ke mesin CDM kemudian masukan PIN anda.
·         Setelah itu mesin akan membuka secara otomatis lalu masukan uang tunai Anda ditempat yang disediakan (biasanya dibawah layar monitor yang menghadap keatas).
·         Susunan uang boleh berbeda-beda nominal sampai maksimun 50 lembar, namun susunan uang dianjurkan berurutan nominalnya semisal mulai dari 20.000/50.000/100.000
·         Setelah disortir oleh CDM muncul jumlah uang yang dimasukan, tekan yes/ya lalu muncul tulisan dilayar monitor dengan tujuan setor ke rekening sendiri/ke rekening nasabah lain. silahkan pilih kemudian tekan tombol yes/ya.
·         Selesai memasukan ke rekening tujuan akan muncul struk/kertas bukti transfer dari CDM silahkan diambil dan tarik atm Anda kembali.
Ø  Kejadian error pada CDM biasanya terjadi karena
·         Uang yang berada pada Mesin CDM sudah penuh sehingga muncul pesan error.
·         Sedang terjadi gangguan jaringan/interkoneksi
·         Mesinnya mengalami gangguan teknis baik ringan/berat.
Seperti halnya mesin lainya, saat mengoprasikan mesin setor tunai kadang kala mengalami error atau kesalahan teknis. Meskipun hal ini jarang terjadi ada baik nya bila kita mengetahui cara mengantisipasinya. Berikut adalahkendala kendala yang umumnya terjadi:
1.      Uang terselip dan ditolak mesin
Hal inibisasaa terjadi apabilauang yang anda masukan dalam keadaan tidak rapi, lecek sobek, ada staples menempel dan sebagainya. Solusinya adalah tata kembali uang anda. Setelah itu masukan kembali. Kalau tetap masih ditolak, bisa jadi uang anda memang tidak layak pakai.
2.      Uang tertelan tapi transaksi gagal
Terdengar mengerikan memang. Namun sebetulnya hal ini jarang terjadi, apabila masalah ini terjadi hal yang harus dilakukan adalah mencatat ID atau nomor identifikasi ATM yang selalu tertera dilayar monitor. Setelah itu hubungi call center bank terkait. Seperti paket internet simpati murah dapat kuota banyak ceritakanlah kronologisnya. Proses pengembalian uang akan dilakukan 1-2 minggu. Selama rentan waktu tersebut, cobalah sesekali cek saldo andauntuk melihat apakah saldo anda sudah bertambah atau belum.
3.      Transaksi sukses namun kartu tertelan mesin
Solusinya hampir sama dengan kasus diatas.

Manusia pada dasarnya memiliki dorongan yang kuat untuk mempermudah hidupnya sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. Berbagai aplikasi yang tersedia saat ini, pada dasarnya memiliki satu tujuan, yaitu mempermudah hidup manusia.
Didunia saat ini masyarakat secara luas sudah semakin tergantung dengan aplikasi untuk melakukan aktivitasnya. Hal inilah yang megubah pola konsumsi masyarakat terhadap aplikasi. Jika sebelumnya hanya sebagai alat pendukung saja saat ini aplikasi mulai menjadi penggerak utama aktivitas. Misalnya masyarakat sudah tergantung pada aplikasi untuk bekerja, melakukan aktivitas perbankan, hingga mencari informasinya.
Ketergantungan ini membuat bagaimana bisnis dan pemerintah berjalan hingga bagaimana mereka menyediakan layananya kepada masyarakat turut berubah pula. Berkat aplikasi, bank dapat memanfaatkan sebuah mesin setor tunai (CDM) untuk melakukan aktifitas yang biasa dilakukan oleh teller, seperti menerima deposit uang.










III
ANALISIS PRODUK PRODUK IT
KARTU ATM

Pada dasarnya, kartu ATM adalah fasilitas yang di berikan perbankan kepada nasabah pemilik rekening tabungan pada bank tersebut.
Tujuannya untuk memudahkah nasabah bertransaksi tanpa harus di Teller pada kantor cabang. Terserah bank apa, apakah bank BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, BII Maybank, Permata, Bank Mega, Danamon, Sinarmas, Syariah Mandiri, atau lainnya Transaksi disini bisa bermacam-macam, bisa  menarik uang tunai, transfer ke rekening tabungan lain, memeriksa saldo, atau pembayaran ke berbagai merchant.
Pada awal kemunculannya di indonesia, nasabah yang ingin membuat kartu ATM  masih harus nunggu antara satu minggu hingga dua minggu baru jadi, tapi sekarang sudah langsung hari itu juga, berbarengan dengan saat membuka rekening simpanan.
Perbedaan kecepatan pembuatan kartu ATM tersebut mungkin karena terjadi perubahan trend pada kartu itu sendiri. Pada awalnya kartu ATM  di buat dengan tulisan timbul pada nama dan nomor kartu di sertai dengan foto diri.  Kemudian berganti dengan tulisan tidak timbul dengan tetap menampilkan nama dengan pilihan foto ataupun tidak. Sekarang kecenderungan berubah lagi, kartu ATM instant tanpa nama dan tanpa foto. Jadi jika  hari ini minta di buatin ATM, maka customer service akan ngasih saat itu juga.
Begitu juga dengan biaya, sekarang banyak bank memberi gratis kartu ATM pada setiap nasabah yang membuka tabungan. Tidak ada biaya tambahan lagi pembuatan pertama, kecuali untuk penggantian kartu karena rusak atau hilang.

a.                   Kebutuhan dan Penerapan
Pada era modern saat ini, kata ‘kemudahan’ menjadi demikian dibutuhkannya sehingga dihampir semua aspek kehidupan, orang mengusahakan adanya perangkat yang memudahkan untuk melakukan sesuatu.
Hal ini termasuk dalam hal melakukan transaksi perbankan, yang meliputi penyimpanan dana di Bank, pengambilannya, pengelolaannya serta penggunaan dananya sendiri.
Saat ini, nyaris setiap nasabah perbankan melakukan aktivitas perbankan mereka dengan menggunakan kemudahan yang disediakan oleh Bank, seperti pengambilan uang melalui ATM, layanan kartu debit, kartu kredit, atau yang lainnya. Penyediaan kemudahan dan layanan seperti itu secara tidak resmi memang menjadi seperti suatu keharusan (mandatory) bagi Bank yang berorientasi ritel dewasa ini. Persepsi ini diperkuat dengan suatu survey mengenai kepuasan pelanggan yang dilakukan oleh sebuah majalah ekomomi beberapa tahun yang lalu, dimana disimpulkan bahwa faktor utama penilaian masyarakat dalam melihat suatu Bank baik atau tidak adalah apakah Bank tersebut menyediakan fasiltas ATM atau tidak.
Dalam memenuhi ‘tuntutan’ kemudahan tersebut yang diterjemahkan sebagai layanan kepada nasabahnya, tentunya Bank juga dituntut untuk mengutamakan faktor keamanan bertransaksi dengan menggunakan layanan tersebut. Salah satu faktor penting dalam memenuhi tuntutan pengamanan ini adalah dalam hal penyediaan teknologi kartu yang digunakan.
Kartu ATM, kartu debit ataupun kartu kredit yang diterbitkan oleh Bank saat ini mayoritas masih menggunakan jenis dan teknologi kartu yang sama, yaitu kartu dengan magnetic stripe.
Kartu dengan magnetic stripe adalah kartu yang di bagian sisi belakangnya terdapat strip magnetik yang digunakan untuk menyimpan data. Setiap kali kartu tersebut digunakan untuk bertransaksi, maka perangkat CAD (Card Accepting Device) akan membaca data yang ada di magnetic stripe tersebut dan kemudian mengirimkannya ke pusat komputer pengolah (Host).
Tentunya untuk menggunakan ATM, pertama kali kita memasukkan kartu ATM ke dalam Mesin ATM , kartu ATM saat ini masih berjenis “Magnetic Card Reader” atau kartu magnetik yang memiliki Garis Hitam di sisi belakang kartu, kedepannya teknologi ini akan digantikan oleh CHIP karena dapat memuat data yang lebih banyak dan keuntungan lainnya.  Kembali ke Magnetic Card Reader, di sisi Garis Hitam di belakang kartu itu sendiri memiliki data tentang Nomor Pengguna kartu tersebut , ketika kartu ini dimasukkan ke dalam CARD READER ( Tempat memasukkan Kartu) , maka Card Reader ini akan membaca data kartu ATM Customer tersebut dan data tersebut akan dikirim ke komputer Server Bank melewati SWITCHING ( Switching = Pengaturan/ Pengontrol Lalu Lintas kurang lebih artinya) , kartu ini akan divalidasi apakah benar terdaftar di Server kita , mungkin saja ada yang iseng memasukkan kartu Pokemon / Inuyasha / Kartu bank lainnya ke mesin ATM kita tentu saja akan gagal dan kartu akan keluar lagi.
Bila Kartu tersebut ternyata benar milik Bank tersebut maka mesin akan Meminta Password atau PIN (Personal Identification Number), dan pin yang kita masukkan ini akan dikirim ke Server lagi untuk dicocokkan lagi.
Dari sisi ATM ke Server ada sebuah Proses yang dinamakan Encrypt Dan Decrypt , Saat data Pin tersebut di kirim maka akan Di Encrypt(Di konversi kedalam bahasa tertentu agar tidak bisa dibaca atau bahasa kasarnya di acak sehingga tidak bisa terbaca, tentu saja ada algoritma nya , lalu bagaimana Server dapat membaca data itu ? Tentu saja di sisi server mesti di Decrypt dengan Key Algoritma tersebut agar dapat terbaca , tentu saja ini dilakukan sebagai keamanan agar tidak ada pihak lain yang tahu passwordnya , bahkan Pihak Server sendiri tidak mengetahui Password tersebut .
Kartu ATM merupakan kartu yang paling banyak dimiliki oleh masyarakat di setiap negara. Mengapa demikian? Karena hampir semua bank mulai dari bank asing, bank pemerintah, bank swasta nasional sampai bank pembangunan daerah (BPD) menerbitkan kartu seperti ini. Memiliki kartu ini pun sangatlah mudah. Syaratnya hanya perlu menabung di sebuah bank dan mengajukan kepemilikan kartu.
Kartu ATM bukanlah kartu wajib. Kita bisa saja menolak memiliki atau menggunakan kartu ini jika menurut kita kurang bermanfaat atau gaptek. Berhubung manfaatnya yang sangat banyak, rasanya sayang jika kita tidak memiliki kartu satu ini. Pada saat kita membutuhkan uang tunai, ke manakah kita harus meminjam? Sedangkan bank tidak beroperasi 24 jam dan ada hari liburnya. Dengan memiliki kartu ATM, kita bisa segera ke mesin ATM terdekat untuk menarik uang tunai. Selain itu dengan adanya berbagai fasilitas seperti m-banking, internet banking, dsb.. membuat kita dengan leluasa bisa membayar semua biaya dan tagihan. Tanpa memiliki kartu ATM kita tidak bisa mempergunakan fasilitas bank yang lebih canggih tersebut.
Meski bukanlah kewajiban, menabung di bank tanpa memiliki kartu ATM rasanya konyol. Justru dengan adanya kartu ATM ini mendorong kita lebih tertarik untuk menabung. Sebab kapan saja dan di mana saja kita bisa menarik kembali uang kita selama masih ada mesin ATM. Mesin ATM beroperasi 24 jam nonstop kecuali listrik mati atau sedang dalam perbaikan sistem jaringan (maintenance). Bank-bank yang tidak memiliki produk kartu ATM pasti akan ditinggalkan nasabah mereka.
Dalam perkembangan berikutnya, kartu ATM menjadi kartu wajib yang dimiliki oleh setiap nasabah atau pemilik tabungan. Kartu kartu ATM ini bisa dijadikan salah satu alat verifikasi perbankan. Sebab sebuah kartu hanya diterbitkan kepada seorang nasabah. Jika ada kartu yang sama maka kemungkinan kartu tersebut sudah diduplikasi oleh pihak lain. Dunia perbankan berkembang sedemikian cepat dan luar biasa. Contoh-contoh kartu ATM yang bisa kita temukan seperti kartu PASPOR BCA, ATM Mandiri, ATM Danamon, ATM BNI, dsb.
Dapat kita simpulkan bahwa kartu ATM adalah kartu plastik yang diciptakan untuk memudahkan nasabah mengambil uang tunai di mesin-mesin ATM terdekat. Setiap pengambilan uang tunai secara otomatis akan mengurangi saldo tabungan itu sendiri. .

3 komentar:

  1. aritekelnya menarik sih, cuman bahasanya sulit dimengerti :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi iya kak sulit karna memang masih belajar 😁

      Hapus
  2. Ada sumber aslinya ga kak? soalnya buat tugas gaboleh dari blogspot

    BalasHapus