Jumat, 08 Januari 2016

Sejarah Dan Keutamaan Kota Mekah



ü  Sejarah Kota Mekah
Semula, Mekah hanya tempat berlalu bagi kafila yang melakukan aktifitas perdagangan dari Palestina menuju Yaman. Orang-orang yang pertama berdomisili di Mekah ialah Ibrahim, Ismail, dan Hajar. Di kota Mekah, pada masa ismail ditemukan mata air yang dikenal dengan air zamzam.
Berkat sumber air zamzam, kemudian datanglah zuku Jurhum untuk menjadikan tempat itu sebagai tempat menetap. Ismail menikah dengan putri kepala suku Jurhum, kemudian dari pernikahan itu lahirlah 12 anak darinya.
Mulai saat itulah daerah tersebut dinamakan kota Mekah atau Bakkah. Keturunan Ismail merupakan percampuran dari beberapa suku, yaitu suku Arab, Ibrani dan Mesir
ü  Keutamaan Kota Mekah
Kota Mekah ialah tempat dibangunnya Rumah Allah (Baitullah). Mekah adalah kota kelahiran dan kenabian Muhammad saw.
Mekah ialah tempat beribadah para Kaum Muslimin, serta adanya kewajiban bagi mereka untuk
Tempat yang tidak boleh seorang pun masuk kecuali dengan kerendahan hati, Khusyu, kepala terbuka, dan meninggalkan segala bentuk pakaian dan perhiasan dunia.
Tempat yang dijadikan Allah sebagai tempat suci dan tidak ada pertumpahan darah. Tempat yang dimaksudkan untuk menghapus dosa-dosa yang telah lalu.
Tempat Allah swt mensyariatkan kepada manusia untuk bertawaf di Kakbah. Tidak ada tempat di muka bumi ini, tempat yang Allah mewajibkan bagi hamba-hambaNya untuk menghadap dan melambaikan tangan, kecuali pada kakbah, Hajar Aswad, Rukun Yamani. Kakkah merupakan kiblat muslim di seluruh dunia.
Mekah adalah tempat Allah akan memberikan balasan bagi siapa saja yang berniat jahat, walaupun belum melakukannya, dan barangsiapa melakukan kejahatan maka balasannya akan dilipatgandakan, sebab melakukan kejahatan di tanah suci berlipat ganda dosanya dibandingkan dengan tempat lain.
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, Jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.” (QS. Ibrahim:35)


Sejarah kota madinah

Kota Madinah pada masa sebelum perkembangan Islam dikenal dengan nama Yathsrib. Dikenal sebagai pusat perdagangan. Kemudian ketika Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekkah kota ini diganti namanya menjadi Madinah sebagai pusat perkembangan Islam sampai beliau wafat dan dimakamkan di sana. Selanjutnya kota ini menjadi pusat penerus Nabi Muhammad yang dikenal dengan pusat khalifah. Terdapat tiga Khalifah yang memerintah dari kota ini yakni Abu Bakar, Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan. Pada masa Ali bin Abi Thalib pemerintahan dipindahkan ke Kufah di Irak karena terjadi gejolak politik akibat terbunuhnya khalifah Utsman oleh kaum pemberontak. Selanjutnya ketika kekuasaan beralih kepada bani Umayyah, maka pemerintahan dipindahkan ke Damaskus dan ketika pemerintahan berpindah kepada bani Abassiyah, pemerintahan dipindahkan ke kota Baghdad. Pada masa Nabi Muhammad SAW, penduduk kota Madinah adalah orang yang beragama Islam dan orang Yahudi yang dilindungi keberadaannya. Namun karena penghianatan yang dilakukan terhadap penduduk Madinah ketika perang Ahzab, maka kaum Yahudi diusir keluar Madinah.
Kini Madinah bersama kota suci Mekkah dibawah pelayanan pemerintah kerajaan Arab Saudi yang merupakan pelayan kedua kota suci.
Keutamaan Kota Madinah
Sebagai salah satu kota suci umat Islam, Madinah memiliki sejumlah keutamaan, yaitu :
ü  Tempat yang diprioritaskan penyebutan namanya dalam Al-qur'an.
Yang menjadikan Madinah sebagai tanah haram (suci) adalah Allah SWT.
Pengharaman pemburuan dan buruan di Madinah.
ü  Larangan memotong pohon-pohon, mencabutnya dan memungut barang yang tercecer.
ü  Pengharaman mengangkat senjata dan berperang di dalamnya.
ü  Mengharamkan bid'ah
ü  Allah SWT memilih Madinah sebagai tempat hijrah Rasulullah SAW.
ü  Allah SWT memilih Madinah sebagai tempat disemayamkannya jasad Rasulullah SAW.
ü  Madinah dibersihkan dari Syirik.
ü  Iman akan kembali ke Madinah.
ü  Keberkahan di Madinah dilipatgandakan.
ü  Dajjal tidak boleh memasuki Madinah.
ü  Madinah tidak akan dimasuki oleh rasa gentar terhadap Dajjal.
ü  Madinah tidak akan dimasuki oleh wabah Ta'un.
ü  Perpindahan penyakit dari Madinah ke Juhfah.
ü  Larangan membunuh ular sebelum diberi peringatan selama 3 hari karena para jin di sana banyak yang memeluk Islam dan mereka suka berubah bentuk menjadi binatang diantaranya ular.
ü  Anjuran untuk tinggal di Madinah.
ü  Anjuran agar meninggal di Madinah.
ü  Orang-orang kafir tidak boleh memasuki Madinah.
ü  Alim ulamanya lebih alim dari ulama selainnya.
ü  Tanahnya sebagai penyembuh (Syifa')
ü  Syafaat bagi siapa saja yang sabar atas cobaan di Madinah.
ü  Syetan putus asa untuk disembah di Madinah.
ü  Doa untuk Madinah sebagaimana doa Nabi Ibrahim untuk Mekkah.
ü  Para Malaikat menjaganya hingga Hari Kiamat.
ü  Madinah bermandikan cahaya di hari kedatangan Rasulullah SAW.
ü  Hukuman bagi orang yang mendzalimi penduduk Madinah.
ü  Beribadah di Masjid Nabawi dilipatgandakan pahalanya.

Sejarah Air Zamzam
Sejarah menerangkan, bahwa kisah air zamzam berawal dari 4000 tahun yang lalu. Pada waktu itu keadaan masih dalam bagian gurun sahara dimana tanah gersang dan tandus, menjadi bukti bahwa tanah itu tidak pernah ada yang menghuni sebelumnya. Kemudian Nabi ibrahim AS dengan istrinya Siti Hajar dan juga ismail putranya datang untuk tinggal ditempat itu karena memenuhi perintah Allah SWT.
Suatu ketika Nabi Ibrahim harus pergi memenuhi tugas nya dalam waktu yang cukup lama, namun Siti Hajar dan Ismail kehabisan sumber makanan dan minuman. Bahkan ASI dari siti hajar juga tidak keluar. Hal ini mengakibatkan mereka berdua dalam kondisi lapar dan haus. Siti Hajar kemudian berusaha untuk mendapatkan air dengan berlari-lari kecil dari bukit Safa ke bukit Marwah seraya berdoa meminta kepada Allah mukjizat datang kepadanya. Setelah 7 kali berlari mengelilingi bukit marwah, akhirnya keajaiban itupun tiba, air keluar dengan cukup banyak dari antara kedua kaki putranya dengan kehendak Allah yang memerintahkan malaikat Jibril. Dengan hentakan ke bumi, maka terpancarlah air itu. Itulah yang dikenal dengan air zam-zam.

Setelah beberapa tahun kemudian, Nabi Ibrahim AS kembali dan langsung bersyukur kepada Allah SWT atas segala pertolonganya. Kemudian dia membangun, meninggikan kembali Baitullah dengan dibantu anaknya Ismail dan menjadikan tempat tersebut sebagai tempat ibadah kepada Allah Subhanhu Wa Ta’ala.


Keutamaan air zam-zam itu antara lain :
1.      Air zam-zam adalah air yang penuh keberkahan.
2.      Air zam-zam bisa menjadi makanan yang mengenyangkan.
3.      Air zam-zam bisa menyembuhkan penyakit.
4.      Do’a bisa terkabulkan melalui keberkahan air zam-zam

Pembangunan Kabah Oleh Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Ismail a.s
Nabi Ibrahim shallallahu 'alahi wa sallam telah membangun Ka'bah al Musyarrafah atas perintah Allah, bangunannya dari batu, tingginya 9 hasta (4,5m), panjangnya dari arah timur 32 hasta (16 m), dari arah barat 31 hasta (15,5m), dari arah selatan 20 hasta (10m) dan dari arah selatan 22 hasta (11m).
Dia tidak membuat atap untuk Ka'bah, dia membuka dua pintu yang sejajar dengan tanah tanpa ada daun pintu yang menutup, dan membangun di utaranya anjang-anjang sebagai kandang untuk kambing Ismail, yaitu yang disebut dengan Hijir, dan malaikat Jibril 'alaihissalam turun dengan Hajar Aswad dan Ibrahim meletakkannya di tempatnya.

Keutamaan kabah
sebagai kiblat Ummat Islam sedunia.Kabah artinya pedoman.Pedoman Ummat Islam adalah Kabah yang terletak di dalam lingkungan Masjidil Haram.
Pada bangunan Kabah,terdapat sebuah batu yang disebut Hajar Aswad.Konon,batu itu adalah yaqut yang berasal dari Sorga.Kelak,di hari Kiamat,akan dibangkitkan dan mempunyai sepasang mata serta mulut yang bisa berbicara.Ia menjadi saksi bagi siapa saja yang menciumnya dengan ikhlas dan benar.
Menurut riwayat,ketika Kabah dibangun untuk pertama kalinya oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail,ketika hendak menyelesaikan bangunan Kabah tersebut,ada bagian yang masih kurang sehingga Nabi Ismail mencari-cari batu untuk menambal kekurangannya.Sehingga akhirnya Nabi Ismail menemukan sebuah batu,yang konon adalah sebuah Yaqut dari sorga.Oleh Nabi Ismail,batu tersebut diserahkan kepada Bapaknya,Nabi Ibrahim.Setelah diamati.batu itu kemudian dianggap cocok sebagai tambahan dan kemudian dipasang di pojok Kabah.Sebelum dipasang,batu tersebut dicium secara bergantian oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar