Latar Belakang
Kreativitas adalah sebuah bagian penting dalam proses pendidikan anak. Apalagi pada masa seperti sekarang ini, banyak sekali terdapat anak-anak kurang mampu yang putus pendidikan hanya karena perekonomian keluarga yang kurang mencukupi. Hal ini menjadi hambatan anak untuk bisa terus mengembangkan pengetahuan kreativitasnya sedangkan diusia pertumbuhan anak pada usia tersebut anak-anak sedang mencapai tingkat kreatifitas yang cukup tinggi. Maka selain dari sekolah kiranya harus ada alternatif lain yang bisa membantu anak-anak yang kurang mampu maupun yang mampu untuk terus mengembangkan pengetahuan maupun kreativitasnya selain dari pendidikan formal.
Kualitas pendidikan tak diukur dari seberapa banyak materi yang dihafal anak dan kemampuannya mengerjakan soal, tetapi melalui kualitas-kualitas yang lebih substansi seperti kemampuan mengambil keputusan, kreativitas anak, ketrampilan berkarya, moralitas, dan lainnya
Peringatan dan larangan merokok yang gencar dipublikasikan diberbagai media dengan berbagai cara hingga saat ini dinilai belum cukup menekan angka perokok aktif di Indonesia. Selain dampaknya yang dapat membahayakan kesehatan, rokok juga memunculkan berbagai permasalahan lain diantaranya sampah bungkus rokok itu sendiri.
Melakukan daur ulang sampah bungkus rokok, merupakan salah satu kegiatan bermanfaat yang bisa membuat otak anak tetap fresh. ini dikarenakan anak melakukan kegiatan yang berbeda dan menghasilkan suatu prakarya yang mungkin sebelumnya mereka pikir tidak bisa membuatnya. Nah pikiran 'cemen' seperti ini hanya membuat daya kreatifitas anak menjadi menurun.
Konsep Progra
bungkus rokok tak selamanya merugikan, ditangan orang-orang kreatif ternyata limbah bungkus rokok bisa disulap menjadi berbagai kerajinan tangan yang cantik dan keren. Beberapa karya yang bisa di buat dari bungkus rokok misalnya, miniatur rumah, mainan pesawat, tas, hingga replika mobil.
Alangkah bagus nya jika kita selaku orang dewasa itu mengajarkan kepada anak-anak cara untuk mendaur ulang sampah atau barang bekas yang sudah tidak terpakai, selain lebih ekonomis, kerajinan tangan untuk mendaur ulang barang bekas ini dapat mengembangkan kreatifitas si buah hati.
Banyak cara dan benda yang bisa di daur ulang dan ajarkan kepada anak-anak, contoh nya saja: kaleng, bungkus kopi, botol minuman, bungkus rokok, ban bekas, dan banyak lagi, semua itu tergantung pilihan dan kreatifitas dalam membentuk nya, percaya atau tidak semakin sering melatih anak untuk mendaur ulang barang bekas yang ada di dalam rumah, semakin besar juga kemungkinan anak akan menciptakan suatu inovasi dan karya-karya baru.
Kerajinan tangan dari bungkus rokok ada banyak sekali macamnya. Semuanya tentu memiliki tingkat kesulitan masing-masing, dan hasilnya pun akan berbeda bergantung dengan seperti apa tingkat kesulitan yang dimiliki. Dan jika dijual pun harganya akan berbeda pula antara satu kerajinan tangan dengan kerajinan yang lain walau bahan bakunya sama.
Sebagai negara yang memiliki jumlah penduduk perokok yang termasuk banyak, maka sudah pasti ada banyak sekali bungkus rokok yang dibuang oleh para perokok tersebut. sangat sayang jika bungkus tersebut hanya berserakan menjadi sampah saja, hal tersebut justru akan menganggu pemandangan. Maka dari itu, cara yang paling bijak untuk menyikapinya adalah dengan mendaur ulang bungkus rokok tersebut menjadi sebuah kerajinan tangan.
Salah satu produk yang dapat dihasilkan dari kerajinan tangan dengan memanfaatkan bungkus rokok adalah hiasan dinding atau berbagai macam perkakas macam tempat sampah atau kotak tisu. Semuanya adalah produk yang sangat bermanfaat.
Hal ini akan sangat menarik minat anak-anak mengingat rasa keingin tahuan mereka dalam mempelajari hal hal baru, bahkan akan menjadi pelajaran berharga untuk anak-anak kurang mampu atau bahkan dapat menjadi media tolong menolong antar sesama antara yang mampu dan kurang mampu.
Mengingat permasalahan yang ada sekiranya akan sangat bagus jika terdapat relawan relawan yang mau membagikan ilmunya kepada anak-anak khususnya yang kurang mampu.
PAIKEM adalah nama unik yang saya ambil untuk program pemberdayaan masyarakat untuk anak-anak khususnya untuk anak-anak yang tidak mampu mendapatkan ilmu dari sekolah, memberikan motivasi kepada anak-anak untuk tetap memanfaatkan segala sesuatu yang tidak berharga menjadi berharga. PAIKEM sendiri adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Lewat program ini diharapkan:
Memandirikan anak kurang mampu agar kelak mereka memiliki keterampilan yang dapat digunakan untuk mencari rezeki.
Menumbuhkan semangat kreatifitas dalam mengolah sampah bungkus rokok menjadi produk yang memiliki daya jual.
Mengasah kreativitas dan kecerdasan anak.
Memberikan suasana yang menarik, menyenangkan dan bermakna.
Cara Merealisasikan
Program PAIKEM melibatkan anak-anak secara langsung dengan berbagai pengenalan terhadap lingkungan, sehingga dalam pembelajaran akan mengajak siswa lebih aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Bahkan dapat membangun semangat dari tiap tiap individu anak khususnya yang memiliki masalah pribadi, di usia yang masih terbilang belum cukup memaknai setiap masalah yang mereka hadapi perlu sekali peran orang lain untuk memberikan motivasi bermanfaat yang akan mereka tanamkan atau bahkan mereka ingat nanti setelah mereka benar-benar telah dewasa karena ada pepatah mengatakan “Lebih baik mengukir diatas batu daripada mengukir diatas air”
Selain itu dibutuhkan anggota-anggota relawan yang mau bersinergi membagikan ilmu yang mereka dapatkan kepada anak-anak serta menerapkan cara belajar yang kooperatif dan interaktif. Menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar sehingga lebih menarik, menyenangkan dan cocok bagi anak-anak dalam membuat berbagai kreativitas dan mendaur ulang bungkus rokok sehingga menjadi berbagai karya yang bermanfaat atau bahkan bisa sampai bernilai jual.
Tahap Persiapan pelaksana kegiatan melakukan observasi terhadap masyarakat sasaran dan melakukan koordinasi kepada pihak yang bersangkutan. Tanggung jawab pemberdayaan masyarakat tidak hanya di pundak pemerintah saja tapi masyarakat sendiri dengan segala kekuatan dari potensi yang ada harus dikerahkan untuk menuju pemberdayaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar